Untukmu..aku tak akan segila kemarin, asinglah selama-lamanya, biar jarak menjadi penjaga, biar sepi menjadi cerita. Aku lelah mendaki mimpi yang patah
kamu, tempat yang tak pernah kutuju lagi tapi selalu terlintas di ujung malamku. Bagimu, aku hanya bayang tanpa rupa, yang tak pernah bisa menjejak nyata.
Maka pergilah, bersama semua yang pernah kita sebut rasa, biarkan aku membangun dunia di mana kamu tak lagi jadi porosnya. Dan jika waktu bertanya, tentang kita yang pernah ada, aku akan diam, membiarkan kenangan menjawab dengan bisu. Bukan karena benci, tapi karena tak ada lagi ruang untuk menyulam kembali luka yang telah kita buat sendiri.
Kamu, nama yang dulu kubisikkan pada malam, kini hanya gema samar yang tak ingin lagi kukejar. Maka, tenanglah dalam asingmu, dan aku akan berdamai dengan sunyiku. Kita, biarlah menjadi jeda, di antara dua kisah yang tak pernah selesai.
Dan setelah ini, aku tak akan lagi menoleh ke belakang, tak akan lagi menghitung langkah-langkah kecil yang dulu pernah menuju ke arahmu. Aku ingin menjadi utuh, tanpa harus menggenggam yang rapuh. Biarlah takdir melukis jalannya sendiri, tanpa kita saling mengaburkan garis.
Jika kamu bahagia, itu cukup untukku, karena cinta tak selalu harus memiliki, kadang ia hanya perlu merelakan tanpa menyimpan luka.
Dan kamu, tetaplah asing, tetaplah jauh, di tempat yang tak lagi dapat kucapai. aku akan tetap berdiri di sini, bukan untuk menanti, tapi untuk memulai kembali.